KA Bersama 8 Gerbong Pengangkut Batu Bara Terguling di Muara Enim, Begini Kisahnya

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:10 WIB
Kereta api dengan delapan gerbong barang pengangkut batubara terguling di jalur rak rata di  Emplasemen Penanggiran, Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Selasa 4 Oktober 2022. Foto: tangkap layar  video@kabarnegri
Kereta api dengan delapan gerbong barang pengangkut batubara terguling di jalur rak rata di Emplasemen Penanggiran, Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Selasa 4 Oktober 2022. Foto: tangkap layar video@kabarnegri

HELLOJATIM- Rangkaian kereta api (KA) pengangkut batubara rangkaian panjang (Babaranjang) rute Tanjung Enim – Tarahan, mengalami mengalami kecelakaan tunggal. Sebanuak delapan rangkaian kereta api itu terguling di Emplasemen Penanggiran, desa Panang Jaya, kecamatan Gunung Megang, kabupaten Muara Enim.

Kecelakaan ini terjadi Selasa 4 Oktober 2022, pukul 11.50 WIB. KA Babaranjang Lokomotif CC 2052102/2052134 dengan masinis Deni Suradinata dan Asisten Masinis Fajar melaju dari Tanjung Enim menuju Tarahan dengan membawa 60 rangkaian gerbong.

Pada saat di lintasan Emplasemen Penanggiran, terlihat ada gerbong yang anjlok dan di jalur I. Akibatnya, delapan gerbong kereta yang masing-masing mengangkut 50 ton batubara keluar dari jalur rel sehingga mengakibatkan delapan gerbong tersebut terguling.

Baca Juga: Kisah Sedih Remaja putri Cantik Dibully Temannya sebagai Anak Kuntilanak

Baca Juga: Akses Jalan Sangat Sulit, Ibu Terpaksa Ditandu 5 Jam ke Puskesmas Way Haru Lampung

Beruntung kejadian tersebut tidak mengganggu arus perlintasan kereta api. Baik itu kereta penumpang maupun kereta batubara rangkaian panjang (Babaranjang) tidak terganggu.

Menurut saksi mata, Isaman (60), pada saat itu dirinya tengah membersihkan rumput di kebun miliknya yang bersebelahan dengan anjloknya gerbong kereta sarat muatan batubara.

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan, Alfiansyah akan Berulang Tahun Tanpa Kedua Orang Tuanya

Baca Juga: Ajak Hubungan Badan Ditolakj, Tersangka Habisi Melisa Diah Wahyuni di Tepi Sungai

Sebelum kejadian, kata dia, tampak para pekerja tengah memperbaiki jalur 1 emplasemen. Tak lama kemudian melintas kereta api mengangkut muatan batubara sehingga delapan rangkaian gerbong terakhir anjlok dan terguling diduga lintasan rel yang diperbaiki tanahnya labil.

Baca Juga: Barang Bukti 95 Unit Router Wifi, Beroperasi Malam Hari Polisi Tembak Kaki Khairul Fajri

Baca Juga: Sumatera Utara Dilanda Gempa 6,0 SR, Satu Warga Meninggal Delapan Lainnya Luka-luka


“Posisinya rel jalur satu sedang diperbaiki. Mungkin kekuatan tanahnya kurang stabil. Tahu-tahu ada bunyi mungkin rel patah dan tiba-tiba ada delapan gerbong langsung terguling,” katanya. (*)

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: @kabarnegri

Tags

Terkini

Terpopuler

X