Tiap Jumat Buka Celana Dalam Bukti Haid, Diberlakukan di SMN I Dramaga Bogor

- Minggu, 25 September 2022 | 18:51 WIB
Senin, 18 Juli 2022 pembukaan  kegiatan Masa Lingkungan Sekolah  calon peserta didik SMAN 1 Dramaga. Foto: https://www.sman1dramaga.sch.id/
Senin, 18 Juli 2022 pembukaan kegiatan Masa Lingkungan Sekolah calon peserta didik SMAN 1 Dramaga. Foto: https://www.sman1dramaga.sch.id/
HELLOJATIM- Viral di media sosial kabar soal para siswi di SMA Negeri I Dramaga, Bogor diminta membuka celana untuk membuktikan sedang mengalami menstruasi. Hal ini karena beberapa murid tidak ikut salat Duha berjamaah yang rutin digelar di sekolah setiap hari Jumat.

Guru kemudian ingin mengetes kejujuran siswi tersebut untuk mengetahui apakah mereka benar-benar datang bulan atau hanya alasan agar tak ikut menjalankan ibadah.

Juru bicara SMA Negeri I Dramaga, Baitul Harahap mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 16 September 2022.  
Para siswi yang tidak salat disebut dikumpulkan oleh guru perempuan di sebuah ruangan.
 
 
 
Sebuah unggahan akun @kodil0127 di instagram tentang pemeriksaan hadi bagi siswi yang tidak mengikuti salat. Foto: @kodil0127
 
 
Menurut Harahap, guru tersebut hanya menanyakan apakah siswi yang tidak ikut salat ini sedang menstruasi atau tidak.

"Jadi hanya menanyakan begitu aja, 'kamu datang bulan?'. Terus ada juga anak-anak ditanya ibu gurunya, 'kamu sudah selesai datang bulannya, cuma belum mandi wajib' juga dipisahkan lagi," tuturnya.
 
 

Harahap mengakui ada pemeriksaan tersebut, tetapi tidak sampai meminta membuka celana dalam, seperti yang beredar di media sosial. Harahap mengatakan pihaknya 'hanya' meraba bagian rok belakang siswi dan itu pun dilakukan oleh sesama murid perempuan

"Ibu gurunya juga menyampaikan, 'mohon maaf ke kalian, apa kalian misalkan mau menerima seperti begini', istilahnya orang Sunda dicabak (dipegang) sedikit aja, 'oh memang ada pembalut', seperti itu. Jadi di belakang roknya itu kan, kalau dicabak ada pembalut, 'oh benar, sedang datang bulan'," jelas Harahap.
 
Baca Juga: Berdampingan dengan SPBU, Kantor Balitbang Kalbar di Pontianak Dimangsa Jago Merah

Menurutnya, kejadian ini adalah yang pertama kalinya. Aksi tersebut terjadi secara spontan. Selain itu, alasan guru perempuan melakukan pengecekan yakni karena belakangan banyak siswi yang mengaku sedang menstruasi dan tidak ikut peribadatan.

"Dari kesiswaan kan mereka mungkin punya data melihat anak-anak putri semakin bertambah (yang tidak ikut salat Duha) gitu. Oh iya mungkin siklusnya seperti itu, tapi kok ini tambah banyak," pungkasnya. (*)

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: @kodil0127

Tags

Terkini

Terpopuler

X