Polisi Tangkap Perangkat Desa Gegara Mencabuli Bocah Laki-laki di Bawah Umur

- Jumat, 23 September 2022 | 16:53 WIB
Polisi melakukan keonferensi pers atas pengungkapan dan penangkapan tersangka oknum perangkat desa yang melakukan pencabulan anak laki-laki di bawah umum. Foto: tangkap layar  video@jayalah.negriku
Polisi melakukan keonferensi pers atas pengungkapan dan penangkapan tersangka oknum perangkat desa yang melakukan pencabulan anak laki-laki di bawah umum. Foto: tangkap layar video@jayalah.negriku

HELLOJATIM- Kepolisian Resor Temanggung mengamankan Dwi Yanto, perangkat desa Candimulyo, kecamatan Kedu yang telah melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki di bawah umur.

Kamis, 21 September 2022, kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi menjelaskan bahwa Dwi Yanto telah melakukan tindakan tersebut sebanyak 5 kali terhadap tetangganya sendiri yaitu R, yang saat pencabulan pertama masih terhitung di bawah umur.

Dalam melakukan aksinya pelaku mengajak korban menenggak miras terlebih dahulu, hingga merekam aksi pencabulannya untuk mengancam korban agar mau melakukan aksi serupa kembali.

Baca Juga: Berdampingan dengan SPBU, Kantor Balitbang Kalbar di Pontianak Dimangsa Jago Merah

Baca Juga: Dihargai Rp 400/ Kg, Petani Kubis di Pemalang Jengkel Babati Tanamannya

Kapolres juga mengungkap kondisi korban yang kini mengalami depresi berat hingga ingin mengakhiri hidupnya karena malu, hal tersebut akhirnya terungkap saat korban memberanikan diri untuk melaporkan apa yang dialaminya ke pihak kepolisian.

Atas perbuatannya tersangka diancam pelanggaran pasal berlapis, yaitu Pasal 76 E jo Pasal 82 Undang Undang:

Baca Juga: Rahmat Muhajirin Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Grand Simpang

Baca Juga: Perempuan Bule Ini Pakai Bikini, Keluarkan Badan dari Pintu Mobil yang Melaju

  • Nomot 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak
  • Yunto Undang Undang RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016, tentang Perubahan kedua atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,
  • Subsider 289 KUHPidana Lebih subsider 292 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 Tahun Penjara. (*)

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: @jayalah.negriku

Tags

Terkini

X