Sosok Pengaman Keraton Yogya, KPH Suryahadiningrat: Jadi Tentara Kaya Raya Itu Saru

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:44 WIB
Penanggung jawab keamanan keraon Yogyakarta, KPH Suryahadiningrat. Foto:  Tepas Tandha Yekti Kraton Jogja
Penanggung jawab keamanan keraon Yogyakarta, KPH Suryahadiningrat. Foto: Tepas Tandha Yekti Kraton Jogja

HELLO JATIM- Keraton Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa dan salah satu bangunan paling bersejarah di Indonesia membutuhkan pengamanan serius. Tidak hanya terkait fisik, namun juga seluruh aktivitas sosial di dalamnya.

KPH Suryahadiningrat, Penghageng II Kawedanan Hageng Punakawan Puraraksa, adalah pimpinan yang bertanggung jawab atas keamanan keraton berikut setiap acara di lingkupnya.

Terlahir sebagai cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, RM Aning Sunindyo merupakan sosok yang mendapat gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) pada era Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Dimasa kecil saya akrab dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX muda, bermain di kali Winongo. Dulu seperti kawan sendiri, setelah beliau jumeneng,(naik tahta) ada batasan-batasan tertentu,” kenangnya dengan penuh kebahagiaan.

Upacara17 Agustusan di Keraton Yogyakarta. Foto: Tepas Tandha Yekti Kraton Jogja


Meski tumbuh dalam keluarga bangsawan, Kanjeng Suryo (panggilannya setelah mendapat gelar), terbiasa bekerja keras dan tidak pernah mendapat keistimewaan.

Keberhasilannya diraih melalui perjuangan mandiri layaknya masyarakat biasa. Termasuk saat diterima sebagai anggota TNI Angkatan Darat lewat jalur olahraga.

Sejak muda, Kanjeng Suryo menyukai olahraga dan seni, kemudian memilih olahraga Hockey mengikuti jejak sang ayah, GBPH Suryobrongto, yang menjabat sebagai Ketua Hockey Yogyakarta.

Prestasinya berawal menjadi atlet daerah sejak SD, ikut sebagai kontingen PON DIY, lalu meningkat sebagai atlet nasional dan mengharumkan nama Indonesia pada Asian Games.

“Kudangan (harapan) ayah dulu begini, kamu harus sehat. Kalau kamu sehat, apa pun yang kamu inginkan pasti bisa tercapai. Yang kedua, orang bodoh itu tidak ada, yang ada orang yang tidak mau belajar. Dan wejangan eyang Sri Sultan HB VIII, yang paling saya ingat, Kamu harus bisa menari dan berkuda," ujarnya.

Pawai pasukan keamanan dalam acara-acara resmi yang digelar oleh Keraton Yogyakarta. Foto: Tepas Tandha Yekti Kraton Jogja

Karena banyak pengalaman kemiliteran dan kepala dinginnya membuatnya berhasil mengamankan event besar, termasuk pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gurbernur DIY serta Pawiwahan Ageng Putri-putri Dalem.

Strategi pengamanan selalu diterapkan tanpa terlihat mencolok, memilih pendekatan efisien, tanpa banyak rapat. Strategi halus agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada pihak yang diamankan, termasuk tamu agung, seperti presiden atau duta negara lain.
“Pengamanan keraton seharusnya seperti itu, tidak kelihatan, tapi aman,” jelasnya.

Sepanjang karier kemiliterannya, jabatan yang pernah diemban diantaranya:'

* Kasi Operasi Korem Makutoromo Salatiga

* Dandim Sleman, Yogyakarta

* Wakil Asisten Perencana di Kodam IV, Diponegoro, Semarang

Halaman:

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: Keraton Yogyakarta

Tags

Terkini

11 Kali Diperkosa Ayah Tiri, Gadis 13 Tahun Hamil 6 Bulan

Selasa, 14 September 2021 | 20:01 WIB
X