Ijazah Presiden Jokowi Digugat, Rektor UGM Langsung Beri Keterangan Hari Ini

- Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:14 WIB
Ova Emilia akan memberikan keterangan langsung kepada pers terkait dengan gugatan keabsahan ijazah sarjana milik presiden Joko Widodo. Foto: Dok/UGM
Ova Emilia akan memberikan keterangan langsung kepada pers terkait dengan gugatan keabsahan ijazah sarjana milik presiden Joko Widodo. Foto: Dok/UGM

HELLOJATIM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terkait tudingan ijazah palsu yang digunakan saat mendaftarkan pemilihan presiden periode 2019-2024.

Beginilah respon dari Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menyelenggarakan konferensi pers hari ini menanggapi tudingan itu, Selasa 11 Oktoiber hari ini.

Rektor UGM Ova Emilia akan mmberikan penjelasan langsung soal ijazah Jokowi itu, "Jumpa pers tentang ijazah Presiden Jokowi bersama Rektor UGM pukul 15.30 WIB sore nanti, Selasa (11/10)," tulis keterangan resmi UGM hari ini, seperti dilansir detikJateng, Selasa (11/10/2022)

Untuk diketahui, Jokowi menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kehutanan UGM dengan skripsi berjudul 'Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta'. Jokowi lulus dengan gelar insinyur (Ir) pada 1985.

Baca Juga: Konser Tipe-X Rusuh, Penonton tak Bertiket Paksa Masuk Arena Melempari dan Menyerang Polisi

Baca Juga: Antisipasi Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Mengeruk 86 Titik Kali untuk Dinormalisasi

Sebelumnya wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku bosan ketika ditanya soal isu gugatan ijazah palsu Jokowi, ayahnya.

Gibran menyebut isu ijazah palsu itu selalu muncul. Tak hanya ijazah palsu, menurutnya, ada juga banyak isu lain yang kerap menyerang Jokowi.

Baca Juga: Bali Dihantam Hujan Lebat, Jalan di Bangli Longsor Satu Mobil Tertimbun Satu Jenazah Ditemukan

Baca Juga: Hujan Lebat Kamis, Tembok Pembatas Sekolah Roboh Timpa Lima Mobil Penjemput

"Itu isune muncul terus, isu komunis, isu ijazah. Nganti bosen nanggepi (Bosan aku menanggapi)," kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (10/10) kemarin.

Praktisi Hukum Tata Negara, Tomu Pasaribu, begitu ia disapa mengingatkan bahwa, seharusnya UGM membuat pernyataan dengan menunjukkan bukti-bukti yang otentik tentang keberadaan Jokowi menjadi Mahasiswa Kehutanan UGM.

Baca Juga: Lima Sekeluarha Tewas Dibantai Dimasukkan ke Septic Tank, Ternyata Ini Pembunuhnya

Baca Juga: Tembok Madrasah Tsanawiyah Ambruk, Tiga Siswa Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka

Halaman:

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: @jayalah.negriku

Tags

Terkini

Terpopuler

X