Hartanto Warga Surabaya Ditangkap di Jakarta, Kini Diterbangkan ke Maluku

- Minggu, 5 September 2021 | 19:27 WIB
Tersangka Hartanto Hoetomo dikawal tim tabur Kejaksaan Agung dan Kejati Maluku dikwal menuju ke kendaraan, Minggu 5 September 2021. Foto: tangkap layar video instagram.com/@kejasaa.ri
Tersangka Hartanto Hoetomo dikawal tim tabur Kejaksaan Agung dan Kejati Maluku dikwal menuju ke kendaraan, Minggu 5 September 2021. Foto: tangkap layar video instagram.com/@kejasaa.ri

 

HELLO JATIM- Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku bersama tim Tabur Kejaksaan Agung RI berhasil mengamankan DPO (Daftar Pencarian Orang) Kejaksaan Tinggi Maluku bernama Hartanto Hoetomo SE, 58, warga Kendangsari YKP, Surabaya sebagai komisaris PT Inti Artha Nusantara.

Pelaku ditangkap pada hari Jumat tanggal 3 September 2021, sekitar pukul 12.58 WIB  di sebuah rumah Jl. H. Suaib I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.  Selanjutnya Minggu, 5 September 2021,  tersangka dibawa dari Jakarta menuju Maluku, pada pukul 01.00 dinihari, seperti diunggah dalam instagram.com/@kejaksaan.ri, pada pukul sore sekitar pukul 16.30 wib.

Dalam video yang diunggah Kejaksaan Agung itu, tampak tersangka Hartato mengenakan rompi warna pink dengan tulisan di punggung: Tahanan TP Korupsi Kejati Maluku, sedangkan pada dada kiri bertuliskan Tahanan 02. Dia menutup kepalanya menggunakan hoodie, mengenakan masker, celana hitam dan jaket hitam. 

Dia tampak berjalan dikawal petugas kejaksaan Agung menuju ke kendaraan. Pria tinggi besar itu digiring menuju ke kendaraan.

Baca Juga: Diduga Praktik Pesugihan, Pasutri di Gowa Sulsel Congkel Mata Anak Gadisnya

Baca Juga: LBH Medan dan Petisi untuk Bebaskan Dosen Saiful Mahdi, Stop Bungkam Civitas Akademika

Tersangka disebutkan sebagai warga Kendangsari YKP, Tenggilis Mejoyo itu selanjutnya dikawal langsung oleh tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku, Zubaidi S. Mansyur, SH dkk. Setelah pengecekan administrasi di Kejati Maluku, tersangka langsung dititipkan di Rutan Ambon

Hartanto yang juga sebagai direktur utama  PT Ini Artha Nusantara itu merupakan tersangka  bertindak sebagai sub kontraktor untuk  pembangunan taman kota kabupaten kepulauan Tanimbar (KTT) Maluku Tenggara Barat, dengan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar.

Baca Juga: Jika Anda Penderita Kanker Tenggorokan, Teh Panas Bukan Minuman Pilihan. Hati-hati!

Halaman:

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: instagram.com/@kejaksaan.ri

Tags

Terkini

Gojek dan Tokopedia Dituntut 2 T Karena Merk Dagang

Selasa, 9 November 2021 | 20:59 WIB

Gempa Bumi 5,9 Skala Ritcher Guncang Maluku Tengah

Kamis, 4 November 2021 | 21:35 WIB
X