Korban Tragedi Kanjuruhan, Alfiansyah akan Berulang Tahun Tanpa Kedua Orang Tuanya

- Senin, 3 Oktober 2022 | 20:26 WIB
Alfiansyah, 11,  diapit kedua orang tuanya M Yulianton, 40, dan Devi Ratna, 30,  keduanya meningfgal dalam tragedi stadion Kanjuruhan, Malang, usai pertandingan Persebaya Vs Arema, Sabtu 1 Oktober 2022. Foto: @kabarnegri
Alfiansyah, 11, diapit kedua orang tuanya M Yulianton, 40, dan Devi Ratna, 30, keduanya meningfgal dalam tragedi stadion Kanjuruhan, Malang, usai pertandingan Persebaya Vs Arema, Sabtu 1 Oktober 2022. Foto: @kabarnegri

HELLOJATIM- Lantunan doa mengiringi kepergian dua Aremania yang berstatus sebagai suami istri di rumah duka di jalan Bareng Raya 2 G, RT 14 RW 8, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 2 Oktober 2022.

Pasutri itu bernama M Yulianton (40) dan Devi Ratna S (30). Ia meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan pasca-pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober 2022.

Untungnya, anak semata wayangnya, yakni M Alfiansyah (11), dapat selamat dari tragedi tersebut.

Doni (43), saudara korban, menuturkan, saat itu dia juga ikut menyaksikan laga derbi Jawa Timur itu. Dirinya menemukan keberadaan kedua korban di Stadion Kanjuruhan setelah ditolong oleh orang lain.

Baca Juga: Ajak Hubungan Badan Ditolakj, Tersangka Habisi Melisa Diah Wahyuni di Tepi Sungai

Baca Juga: Barang Bukti 95 Unit Router Wifi, Beroperasi Malam Hari Polisi Tembak Kaki Khairul Fajri

Kemudian, korban dipinggirkan keluar stadion dan dibawa ke RS Teja Husada, Kabupaten Malang.

"Jenazah sampai rumah sekitar subuh. Rencananya, dimakamkan di TPU Mergan (Kota Malang) satu liang lahat," kata Doni saat diwawancarai di rumah duka pada Minggu.

Doni memperkirakan, kedua korban meninggal dunia karena terdesak oleh suporter lainnya yang akan keluar dan menghirup gas air mata.

Baca Juga: Sumatera Utara Dilanda Gempa 6,0 SR, Satu Warga Meninggal Delapan Lainnya Luka-luka

Baca Juga: Dalam Tempo Tiga Jam, Tim Polres Agam Berhasil Ringkus Tersangka Pembunuh Gadis Belia

Sedangkan, anak korban dapat selamat setelah meminta pertolongan ke polisi. "Kemungkinan saudara saya ini kemudian jatuh dari tangga tribun. Mukanya sudah membiru pucat. Anaknya minta bantuan ke polisi terus selamat," katanya.

Dia mengatakan, almarhum Devi baru pertama kali menyaksikan pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan, almarhum Yulianton sudah sering menonton sebelumnya.

Doni mengungkapkan, anak almarhum akan merayakan ulang tahunnya pada November mendatang. "Orangtuanya (kedua korban) ingin sekali merayakan ulang tahun anaknya sebenarnya," katanya.

Baca Juga: Pabrik Pengolahan Kayu PT Mapan Jaya Sakti di Ngerong Porong Terbakar Habis

Baca Juga: Jembatan Lintas Utara Medan-Aceh Amblas, di Wilayah Pakpak Bhara

Menurut Doni, kericuhan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, terdapat dua suporter turun ke lapangan. Kemudian polisi menghalau massa yang turun menggunakan gas air mata.

Laporan terbaru menyebutkan korban jiwa akibat rusuh suporter di stadion Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022, menelan korban jiwa sebanyak 174 orang tewas, dan sekitar 180 orang mengalmi luka berat dan ringan. (*)

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: @kabarnegri

Tags

Terkini

Terpopuler

X