Kasus Pencabulan Enam Santri di Banyuwangi, Polisi Ringkus Pengasuh Pondok di Lampung Utara

- Minggu, 10 Juli 2022 | 15:47 WIB
Polisi memborgol F, seorang pengasuh ponpes di Banyuwangi atas sangkaaan melakukan pencabuilan terhadap santrinya. Foto:  @kabarnegri
Polisi memborgol F, seorang pengasuh ponpes di Banyuwangi atas sangkaaan melakukan pencabuilan terhadap santrinya. Foto: @kabarnegri

HELLOJATRIM - Seorang pria bernisial F, 57, pengasuh pondok pesantren di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang diduga mencabuli enam orang santrinya ternyata pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jatim.

Karier politik F bermula ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Banyuwangi. F yang merupakan menantu pendiri ponpes tersebut menjadi wakil rakyat di kabupaten Banyuwangi selama dua periode yakni dari 2004-2014 dari PPP dengan membawa nama besar ponpes.

Sepeerti diwartakan akun instagram.com @kabarnegri, Minggu 10 Juli, disebutkan bahwa pada 2014, F maju sebagai calon anggota dewan di tingkat provinsi Jatim dan berhasil terpilih.

Usai menjalani satu periode sebagai anggota DPRD Jatim, F kemudian mencoba keberuntungan dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI. Namun kali ini ia gagal terpilih.

Baca Juga: Ratusan Ribu Rakyat Serbu Kediaman Presiden Sri Lanka, Rajapaksa Melarikan Diri

Baca Juga: Lagi KA Tabrak Mobil dan Motor di Cikampek, Begini Kata Kapolsek Kompol Ahmad Mulyana

Polres Banyuwangi menggelar konferensi pers dalam penangkapan seorang tokoh pengasuh ponpes yang disangka melakukan pencabulan terhadap enam satrin ya di Banyuwangi. Foto: @kabarnegri

Baca Juga: Rumah Seharga Rp 500 Juta Dihancurkan Pakai Ekskavator di Pamekasan, Ini Persoalannya

Baca Juga: Susuki Carry Terbakar di SPBU Wero Kebumen, Berakhir Begini

Kariernya di politik meredup usai tak lagi menjadi anggota dewan dan lengser dari posisi Ketua PPP yang telah diemban sejak 2010 hingga awal 2022.

F kembali ke internal pesantren untuk mengurus sejumlah lembaga yang ada. Ia telah diamanahi melanjutkan perjuangan syiar dan dakwah agama dengan menjadi pengasuh ponpes usai sang kiai wafat.

Sosok F pun sudah jarang terlihat di publik. Hingga puncaknya, pada pertengahan Juni lalu, warga mendadak gempar usai mengetahui adanya laporan salah satu keluarga santri di ponpes tempat F mengasuh.

Baca Juga: Menggigil Kedinginan, SAR Temukan Pelari Nasional yang Hilang di Gunung Arjuno

Baca Juga: Puncak HUT ke-13 Hipgabi Jatim Gelar Tiga Kegiatan Libatkan Ratusan Partisipan

Ia dilaporkan ke Polresta Banyuwangi atas dugaan pencabulan terhadap enam orang santri.

Setelah sempat mangkir panggilan polisi dua kali, ia ditangkap di rumah salah satu alumni santri di Lampung Utara, pada 5 Juli lalu.

Dalam proses pemeriksaan, F mengakui perbuatannya yakni satu kali memerkosa dan lima kali mencabuli. Atas perbuatanya tersebut, pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara. (*)

Editor: Priyo Suwarno

Sumber: @kabarnegri

Tags

Terkini

Bupati Ikfina Minta Pemuda Harus Inovatif

Senin, 13 Juni 2022 | 22:30 WIB
X