Bagaimana Palestina Menodai Tempat Suci Termasuk Milik Mereka

- Kamis, 12 Mei 2022 | 16:39 WIB
“Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci adalah milik kita. Mereka semua milik kita, dan mereka [Yahudi] tidak punya hak untuk mengotori mereka dengan kaki kotor mereka. Kami salut pada setiap tetes darah yang tumpah demi Yerusalem. Darah ini bersih, darah murni, ditumpahkan demi Allah. Setiap martir a
“Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci adalah milik kita. Mereka semua milik kita, dan mereka [Yahudi] tidak punya hak untuk mengotori mereka dengan kaki kotor mereka. Kami salut pada setiap tetes darah yang tumpah demi Yerusalem. Darah ini bersih, darah murni, ditumpahkan demi Allah. Setiap martir a

Oleh Bassam Tawil April 19, 2022

Warga Palestina sekali lagi ketahuan berbohong. Mereka mengklaim bahwa orang Yahudi "menodai" tempat suci Islam. Khususnya Masjid Al-Aqsa. Padahal, mereka sendiri yang menodainya.

Pada 2002, teroris Palestina menyerbu Gereja Kelahiran Yesus (Church of the Nativity) di Betlehem. Umat Kristen global dibungkam. Teroris menduduki gereja selama 39 hari. Seorang warga mengeluh bahwa teroris juga menodai gereja dengan merokok dan minum alkohol.

Pada Jumat pagi, 15 April, ratusan "Jemaah" Palestina membuat barikade manusia dalam Masjid Aqsa dan bentrok dengan polisi Israel. Bersenjatakan batu, besi dan kembang api, mereka memblokir gerbang utama masjid. Sementara itu, " jamaah" tiba karena pemimpin mereka berbohong bahwa orang Yahudi berencana "menyerbu" masjid dan "menodai" halamannya.

Sebelum bentrok, mereka mengibarkan bendera dan spanduk Hamas. Sebuah kelompok yang ditetapkan AS, Uni Eropa, Kanada, Australia, Jepang, dan negara lainnya sebagai organisasi teroris.

Baca Juga: Terorisme, Ukraina, Taiwan dan Perang Alih Daya

Rupanya mereka tidak menganggap membawa batu, besi dan senjata lainnya ke dalam masjid sebagai penodaan. Rupanya mereka tidak menganggap pengibaran bendera dan spanduk organisasi teroris di tempat suci sebagai penodaan.

Rupanya mereka tidak menganggap melempar batu dan botol kepada orang di Tembok Barat, situs tersuci dunia bagi orang Yahudi untuk berdoa, sebagai aksi penodaan. Rupanya mereka tidak menganggap melempar batu dan menembakkan kembang api kepada polisi di kompleks masjid sebagai penodaan.

Kerusuhan warga Palestina sama sekali tidak beralasan. Kekerasan meletus setelah para pemimpin dan kelompok Palestina secara keliru mengklaim bahwa "ekstremis Yahudi" berencana melakukan ritual pengorbanan hewan di lokasi itu untuk merayakan Hari Raya Paskah.

Halaman:

Editor: Jacobus E. Lato

Sumber: Gatestone Institute

Tags

Terkini

Swedia Akan Memperkuat Aliansi NATO

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:17 WIB

Berbagai Rencana Taliban Pakistan

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:12 WIB

Putin Mulai Gunakan Gas Bumi Untuk Peras Eropa

Kamis, 12 Mei 2022 | 16:54 WIB

Terorisme, Ukraina, Taiwan dan Perang Alih Daya

Kamis, 12 Mei 2022 | 16:33 WIB

Rusia dan Iran: Poros Kejahatan Baru

Kamis, 12 Mei 2022 | 16:21 WIB

Terorisme, Ukraina, Taiwan dan Perang Alih Daya

Kamis, 7 April 2022 | 16:31 WIB

Orang Kepercayaan Pada Masa Perang

Sabtu, 2 April 2022 | 21:24 WIB

Elon Musk dan Godaan Cina

Jumat, 1 April 2022 | 20:46 WIB

Kebebasan Berpendapat di Inggris?

Sabtu, 19 Maret 2022 | 22:01 WIB

Akankah Prancis Tersadar lalu Bela Kemerdekaannya?

Sabtu, 19 Maret 2022 | 21:52 WIB

Rusia dan Ukraina: Pedang dan Perisainya

Sabtu, 19 Maret 2022 | 21:46 WIB
X